29 Agustus 2026 - 23:57
Jenazah 233 Korban Ditemukan dari Bawah Reruntuhan di Gaza

Tim penyelamat di Gaza sejak dimulainya tahap kedua operasi pencarian orang hilang berhasil menemukan 233 jenazah dari bawah reruntuhan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA-  Badan Penyelamatan dan Pertolongan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa tim-tim penyelamat di wilayah Gaza telah menemukan 233 jenazah korban dari bawah reruntuhan sejak dimulainya tahap kedua operasi pencarian orang hilang.

Jenazah tersebut ditemukan dari total 407 orang yang dinyatakan hilang, yang tertimbun di bawah reruntuhan 20 rumah yang hancur akibat serangan pasukan Israel saat para penghuninya masih berada di dalam bangunan.

Menurut Badan Penyelamatan Gaza, di antara jenazah yang berhasil dievakuasi terdapat 73 anak-anak dan 106 perempuan.

Tim penyelamat hingga kini telah melakukan operasi pencarian selama 51 hari berturut-turut, dengan total waktu kerja mencapai 381 jam, di tengah keterbatasan alat dan perlengkapan yang tersedia.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 hingga Rabu, 26 Agustus 2026, sebanyak 1.303 orang tewas dan 4.336 lainnya terluka.

Dengan tambahan korban tersebut, jumlah keseluruhan korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 disebut telah mencapai 73.438 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 174.447 orang.

Israel memulai perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dengan dua tujuan utama, yakni menghancurkan Hamas dan memulangkan para sandera Israel dari wilayah tersebut. Namun, menurut laporan ini, Israel gagal mencapai tujuan tersebut dan akhirnya harus mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai pertukaran tahanan.

Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Kamis, 9 Oktober 2025, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza sekaligus melakukan pertukaran tahanan.

Militer Israel pada Jumat siang, 10 Oktober 2025, juga secara resmi mengumumkan mulai berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza. Namun, laporan ini menyebut implementasi kesepakatan tersebut masih menghadapi berbagai hambatan.

Serangan Israel ke Jalur Gaza yang mendapat dukungan Amerika Serikat, menurut laporan tersebut, selain menimbulkan korban dalam jumlah besar, juga menyebabkan kerusakan luas terhadap wilayah Gaza.

Sekitar 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza disebut mengalami kehancuran, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi kerusakan tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha